Latest Games :
Tampilkan postingan dengan label Catatan Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Keperawatan. Tampilkan semua postingan

LASIK (Laser Assisted In-situ Keratomileusis)

| 0 Komentar

LASIK adalah suatu prosedur/tindakan dengan tujuan memperbaiki kelainan refraksi pada mata sehingga setelah dilakukan tindakan ini, penderita kelainan refraksi diharapkan dapat terbebas dari kacamata/lensa kontak.
Sejak pertama kali dikembangkan pada tahun 1990, teknologi lasik terus berkembang pesat. Teknologi terkini pada tindakan LASIK adalah yang disebut Wavefront Guided LASIK/Refraktive Surgery, yaitu gabungan antara ketepatan pengukuran dan kelainan refraksi mata. Yang memperhitungkan berbagai faktor, selanjutnya digunakan untuk menetapkan parameter-parameter pada prosedur/tindakan LASIK. Semua pekerjaan ini dikerjakan oleh System yang khusus, sehingga kesalahan-kesalahan pengukuran pada metode konvensional dapat dihindarkan.
Semarang Eye Center sebagai pusat pelayanan LASIK pertama di Jawa Tengah selain mempunyai dokter yang handal dan telah berpengalaman juga berusaha memberikan pelayanan yang prima. Hal ini dibuktikan dengan ruang yang sangat representatif dan nyaman serta service yang memuaskan.

Photobucket Photobucket
PhotobucketPhotobucket
Indikasi
Siapakah yang dapat menjalani tindakan LASIK?
  1. Apabila sudah berumur 18 tahun.
  2. Tidak sedang hamil atau menyusui.
  3. Tidak mempunyai riwayat auto imun.
  4. Mempunyai ukuran kacamata yang stabil.
  5. Gangguan penglihatan anda dapt dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak.
  6. Kelainan refraksi anda berkisar +_ 4.00 s/d 14 Dioptri.
  7. Apabila anda menggunakan lensa kontak, minimal anda telah melepas lensa kontak 14 hari berturut-turut untuk soft contact lensa dan selama 30 hari untuk hard contact lens.
Gangguan pelihatan apa saja yang dapat diperbaiki LASIK?
  1. Myopia yaitu gangguan penglihatan jauh, biasanya dikoreksi dengan kacamata minus.
  2. Hyperopia yaitu gangguan penglihatan dekat, biasanya dikoreksi dengan kacamata plus.
  3. Astigmatism yaitu gangguan penglihatan yang disebabkan oleh bayangan tidak jauh dari satu titik di sumbu penglihatan, biasanya dikoreksi dengan kaca mata silinder.
Kontra Indikasi
Penyakit/keadaan apa saja dimana tindakan LASIK tidak dianjurkan?
  1. Mata yang mengalami infeksi.
  2. Keratokonus (lengkung kornea terlalu tinggi).
  3. Kornea terlalu tipis.
  4. Kehamilan.
  5. Mata yang kering (dry eyes).
  6. Riwayat penyakit Glaukoma.
  7. Penderita diabetes melitus yang telah mengalami komplikasi retina.
Efek samping pasca prosedur
Efek samping apa saja yang dapat terjadi pada prosedur atau tindakan LASIK?
Pada sebagian besar pasien yang menjalani tindakan ini menunjukkan hasil yang sangat memuaskan, namun sebagaimana halnya kemungkinan resiko akibat tindakan LASIK dapat dialami oleh sebagian kecil pasien, antara lain:
  1. Over Correction (kelebihan koreksi).
  2. Under Correction ( kekurangan koreksi).
  3. Regresi, yaitu kelainan refraksi kembali timbul. Umumnya terjadi pada myopia tinggi (lebih dari 10.00 Dioptri).Hal ini dapat dikoreksi dengan tindakan LASIK ulangan setelah terjadi penyembuhan sempurna.
Prosedur untuk menjadi pasien LASIK
Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur/tindakan LASIK anda harus menjalani tahap-tahap dibawah ini :
  1. konsultasi awal agar mengerti betul prosedur/tindakan LASIK : manfaat tindakan ini dan kemungkinan komplikasi yang dapat timbul.
  2. Konsultasi/pemeriksaan oleh dokter spesialis mata. Mata anda akan diperiksa secara teliti dengan menggunakan peralatan muthakir secara komputerisasi, sehingga dapat diputuskan apakah kemungkinan bagi anda untuk menjalani tindakan LASIK. Rangkaian pemeriksaan tersebut adalah dalam rangka mengumpulan data yang dibutuhkan untuk prosedur/tindakan LASIK.
  3. Prosedur/tindakan LASIK memerlukan pembiusan lokal karena itu anda tidak perlu menjalani rawat inap.


Sumber: rsisultanagung.co.id
Continue Reading

Treadmill Test

| 0 Komentar

Tes Treadmill atau Exercise Stress Test


Apa itu Tes Treadmill (Exercise Stress Test)?
  • Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi apakah jantung Anda memiliki asupan darah dan oksigen dari sirkulasi saat terjadi stres fisik yang mungkin tidak muncul pada EKG saat istirahat. Pemeriksaan ini juga dapat memberikan informasi penting apabila ada kelainan dari irama jantung dan tekanan darah.
Kapan Tes Treadmill Sebaiknya Dilakukan?
  • Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang membutuhkan tes treadmill, yaitu:
  • Apabila Anda dicurigai memiliki penyakit jantung koroner (PJK), yang terkadang tidak muncul pada EKG saat istirahat.
    • Anda memiliki risiko tinggi memiliki PJK
    • Untuk mengevaluasi toleransi saat beraktivitas saat Anda mengeluhkan kelelahan yang tidak diketahui penyebabnya dan napas pendek.
    • Untuk mengevaluasi respon tekanan darah pasien yang memiliki kecenderungan hipertensi saat beraktivitas.
    • Untuk mencari adanya irama jantung yang tidak teratur (ireguler) yang dipicu oleh aktivitas.
  • Akan tetapi, Tes Treadmill sebaiknya tidak dilakukan pada beberapa kasus seperti pasien yang baru saja mengalami serangan jantung, atau saat pasien baru saja mengalami nyeri dada, dengan kecurigaan atau kemungkinan serangan jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol, gagal jantung yang belum diobati, gangguan irama jantung yang tidak terkontrol.
Bagaimana Proses Tes Treadmill Dilakukan?
  • Pasien dibawa ke ruang treadmill dimana nadi dan tekanan darah saat istirahat akan direkam. Elektroda ditempelkan pada dada dan dihubungkan dengan EKG pada mesin pemeriksaan.
  • Tes ini terdiri dari dua bagian. Bagian pertama yaitu exercise stress test, Anda akan diminta untuk berjalan diatas treadmill dengan prosedur latihan spesifik, dimulai dari langkah lambat. The Bruce Protocol, protokol yang paling sering digunakan, memiliki total 7 tahapan dengan peningkatan kecepatan secara periodik dan inklinasi kecuraman setiap 3 menit. Tekanan darah, denyut jantung, dan EKG Anda akan dipantau dan direkam secara bersamaan, pada saat istirahat, dan setiap 3 menit dalam setiap tahapan latihan. Dokter akan bertanya kepada Anda sebelum suatu tahapan berakhir, apakah Anda masih sanggup untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya.
  • Ada beberapa pertimbangan yang harus diikuti apabila tes ini akan dihentikan dan Anda tidak perlu menyelesaikan 7 tahapan. Tahapan 4-6 sudah memerlukan usaha yang intens, dan tahapan 7 memerlukan usaha maksimal. Tes ini akan dihentikan apabila target denyut nadi telah tercapai, atau apabila Anda mengalami gejala seperti nyeri dada, pusing, kenaikan tekanan darah yang berlebihan, atau kelelahan yang ekstrim.
  • Bagian kedua dari tes ini adalah periode pemulihan atau fase “slowing down”. Kecepatan akan diturunkan secara bertahap dalam 10 menit. Tekanan darah, denyut jantung, dan EKG Anda akan tetap dipantau selama bagian kedua ini berlangsung.
Adakah persiapan yang harus saya lakukan sebelum menjalani tes?
  • Puasa makan dan minum selama 2-3 jam sebelum prosedur dilakukan. Hal ini akan menurunkan risiko mual yang dapat terjadi pada kelelahan akibat latihan berat setelah makan. Apabila Anda penderita diabetes yang mendapat terapi insulin, akan ada instruksi khusus dari dokter.
  • Konsumsi beberapa obat jantung spesifik mungkin perlu dihentikan oleh dokter selama 1-2 hari sebelum tes dilakukan. Instruksi ini biasanya diberikan saat tes dijadwalkan.
  • Kenakan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai untuk latihan (olahraga).
  • Penjelasan mengenai tes ini akan diberikan oleh dokter dan Anda akan diminta untuk menandatangani surat persetujuan tindakan.
  • Bagian dada dibersihkan dengan kasa dan alkohol untuk memastikan kualitas sadapan EKG yang baik. Bulu dada sebaiknya dicukur agar stiker sadapan dapat melekat dengan sempurna di dada.
  • Bagi wanita sebaiknya menggunakan bra dengan kait yang mudah dibuka, dan apabila memungkinkan, kenakan kaos atau kemeja dengan kancing depan.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani tes ini?
  • Tes ini memakan waktu sekitar 20-40 menit tergantung dari kapasitas latihan Anda dan waktu munculnya gejala. The Bruce Protocol memakan waktu total 21 menit, periode pemulihan 10 menit, dan persiapan 10 menit.
Apakah tes ini aman untuk dilakukan?
  • Porsi risiko stres pada tes ini sangat kecil dan sama dengan apa yang Anda harapkan dari bentuk latihan yang berat. Tenaga medis berpengalaman akan mendampingi Anda untuk mengatasi komplikasi seperti gangguan irama jantung, nyeri dada yang tidak membaik, ataupun serangan jantung.
Seberapa cepat saya akan mendapatkan hasil dan apakah artinya? 
  • Dokter yang menjalankan tes ini dapat memberikan Anda hasil penilaian sementara secepatnya setelah tes selesai. Akan tetapi, hasil yang lebih lengkap membutuhkan waktu beberapa hari untuk selesai. Hasil tes ini dapat mengkonfirmasi suatu diagnosis penyakit jantung. Studi ini juga membantu menilai apakah Anda berada dalam kondisi stabil, memiliki penyakit jantung, atau penyumbatan baru sedang berlangsung.


- See more at: http://kardioipdrscm.com/portfolio/tes-treadmill-atau-exercise-stress-test/#sthash.8SjrSPXx.dpuf
Continue Reading

SOP EKG

| 0 Komentar

Penggunaan Elektrokardiogram hanya dilakukan :
1. Sesuai indikasi / ketentuan 
2. Atas instruksi dokter.


Langkah-langkah pemasangan EKG 
  1. Atur Posisi Pasien, posisi pasien diatur terlentang datar 
  2. Buka dan longgarkan pakaian pasien bagian atas, bila pasien memakai jam tangan, gelang, logam lain agar dilepas 
  3. Bersihkan kotoran dengan menggunakan kapas pada daerah dada, kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai dilokasi manset elektroda.
  4. Mengoleskan jelly pada permukaan elektroda.
  5. Memasang manset elektroda pada kedua pergelangan tangan dan kedua tungkai.
  6. Memasang arde.
  7. Menghidupkan monitor Elektrokardiogram.
  8.  Menyambungkan kabel Elektrokardiogram pada kedua tungkai pergelangan tangan dan kedua tungkai pergelangan kaki pasien, untuk rekaman ekstremitas lead (Lead I, II, III, AVR, AVL, AVF) dengan cara : 
  • Warna merah pada pergelangan tangan kanan 
  • Warna hijau pada kaki kiri
  • Warna hitam pada kaki kanan.
  • Warna kuning pada pergelangan tangan kiri.
  • Memasang elektroda dada untuk rekaman precardial lead 
   o V1 pada interkosta keempat garis sternum kanan
   o V2 pada interkosta keempat garis sternum kiri
   o V3 pada pertengahan V2 dan V4
   o V4 pada interkosta kelima garis pertengahan clavikula kiri
   o V5 pada axila sebelah depan kiri
   o V6 pada axila sebelah belakang kiri

   9.   Melakukan kalibrasi dengan kecepatan 25 mili/detik
  10.  Bila rekaman Elektrokardiogram telah lengkap terekam, semua elektroda yang melekat ditubuh pasien dilepas dan dibersihkan seperti semula.
  11.  Pasien dibantu merapihkan pakaian

Catatan :
Harap diperhatikan urutan pemasangan LEAD pada EKG agar tidak terjadi kesalahan interpretasi data yang dikeluarkan oleh EKG itu sendiri.

Continue Reading

MEMBERIKAN OBAT MELALUI SUNTIKAN INTRA VENOUS (IV)

| 0 Komentar

MEMBERIKAN OBAT MELALUI SUNTIKAN INTRA VENOUS (IV)

Pengertian :
Pemberian obat yang dilakukan melalui vena, diantaranya vena mediana kubiti/ sefalika (lengan), vena safena (tungkai), vena jugularis (leher), vena frontalis/ temporalis (kepala).

Persiapan Alat
           Di dalam baki :
1.      Spuit dan jarum yang dibutuhkan
2.      Obat yang dibutuhkan
3.      Korentang steril
4.      Kapas alkohol dalam tempatnya dan gergaji ampul
5.      Cairan pelarut bila diperlukan
6.      Bak semprit steril yang diperlukan
7.      Bengkok berisi cairan disinfektan untuk tempat  semprit dan jarum yang sudah digunakan
8.      Bengkok
9.      Perlak dan alas
10.  Baskom berisi disinfektan untuk mencuci tangan
11.  Handuk

Persiapan Pasien Dan Lingkungan
1.      Memberitahukan dan menjelaskan tujuan tindakan
2.      Menyiapkan pasien pada posisi
3.      Menyiapkan lingkungan yang aman dan nyaman

Pelaksanaan
1.      Membaca buku daftar pemberian obat
2.      Membawa alat-alat ke dekat pasien
3.      Memasang sampiran bila perlu mengatur posisi pasien
4.      Mencuci tangan
5.      Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
6.      Memasang pengalas di bawah daerah yang akan disuntik
7.      Mengikat bagian diatas daerah yang akan disuntik dengan karet pembendung agar vena mudah diraba /dilihat . Untuk di bagian lengan pasien dianjurkan untuk mengepalkan tangan
8.      Menghapus hamakan kulit dengan alkohol, membunang kapas bekas ke dalam bengkok, menunggu sampai kulit kering
9.      Menegangkan kulit pasien dengan tangan kiri, lalu menusukkan jarum ke dalam vena, dengan lubang jarum menghadap ke atas sejajar dengan vena.
10.  Menarik penghisap sedikit untuk memeriksa apakah jarum sudah masuk ke dalam vena, yang ditandai dengan masuknya darah ke dal;am vena
11.  menganjurkan pasien membuka kepalannya sambil membuka karet pembendung, kemudian secara perlahan-lahan memasukkan cairan ke dalam vena sampai habis
12.  meletakkan kapas alkohol di atas jarum,kemudian menarik semprit dan jarum dengan cepat sambil memegang pangkal jarum
13.  bekas tusukan ditekan dengan kapas alkohol sampai darah tidak keluar lagi
14.  merapikan pasien
15.  membereskan alat-alat
16.  mencuci tangan

Hasil
1.      Posisi suntikan pada tangan (vena media cubiti/vena cephalica)
2.      Tidak terjadi haematom
Strelitas tetap terjaga
Continue Reading

SOP Pemasangan NGT

| 0 Komentar

SOP pemasangan NGT



PEMASANGAN NASO GASTRIC TUBE (NGT)
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR
PENGERTIANMemasang slang / pipa khusus melalui saluran pencernakan atas secara langsung yang berakhir di lambung
TUJUAN
  1. Memasukkan makanan, obat pasien yang tidak bisa makan melalui mulut
  2. Mencegah distensi gaster
  3. Melakukan bilas lambung
  4. Mengambil spesimen asam lambung untuk diperiksa di laboratorium
KEBIJAKAN
  1. Pasien yang tidak dapat makan melalui mulut
  2. Pasien yang Illeus atau Peritonitis trauma abdoment (untuk dekompresi
  3. Pasien perdarahan lambung/bilas lambung
PETUGASPerawat
PERALATAN
  1. Slang NGT
  2. Klem
  3. Spuit 10 cc
  4. Stetoskop atau gelas berisi air matang
  5. Plester & gunting
  6. Kain kassa
  7. Pelumas (jelly)
  8. Perlak atau pengalas
  9. Bengkok
  10. Sarung tangan
PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan pengecekan program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler atau fowler (jika tidak ada kontra indikasi
    3. Memakai sarung tangan
    4. Membersihkan lubang hidung pasien
    5. Memasang pengalas diatas dada
    6. Mengukur panjang NGT dan memberi tanda (dari prosessus xipoideus ke hidung dan belok ke daun telinga)
    7. Mengolesi ujung NGT dengan jelly sesuai panjang NGT yang akan di pasang
    8. Mengatur pasien pada posisi fleksi kepala, dan masukkan perlahan ujung NGT melalui hidung (bila pasien sadar menganjurkan pasien untuk menelan ludah berulang-ulang)
    9. Memastikan NGT masuk kedalam lambung dengan cara: menginspirasi NGT dengan spuit atau memasukkan udara 10 cc sambil di auskultasi di region lambung atau memasukkan kedalam gelas berisi air)
    10. Menutup ujung NGT dengan spuit/klem atau disesuaikan dengan tujuan pemasangan
    11. Melakukan fiksasi NGT di depan hidung dan pipi
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan alat-alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
Continue Reading

SOP Pemasangan Infus

| 0 Komentar

SOP PEMASANGAN IINFUS

PENGERTIAN
Pemasangan infus untuk memberikan obat/cairan melalui parenteral
TUJUAN
Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter

KEBIJAKAN
1.    Pasien yang mendapatkan obat yang diberikansecara intra vena (I.V)
2.    Pasien dehidrasi untuk rehidrasi parenteral

PETUGAS
Perawat

PERALATAN
1.    Sarung tangan1 pasang
2.    Selang infus sesuai kebutuhan(makro drip atau mikro drip)
3.    Cairan parenteral sesuai program
4.    Jarum intra vena (ukuran sesuai)
5.    Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
6.    Desinfektan
7.    Torniquet/manset
8.    Perlak dan pengalas
9.    Bengkok 1 buah
10.    Plester / hypafix
11.    Kassa steril
12.    Penunjuk waktu

PROSEDUR PELAKSANAAN
a.    Tahap PraInteraksi
1.    Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2.    Mencuci tangan
3.    Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar2.

b.   Tahap Orientasi
1.    Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
2.    Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3.    Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

c.    Tahap Kerja
1.    Melakukan desinfeksi tutup botol cairan
2.    Menutup saluran infus (klem)
3.    Menusukkan saluran infus dengan benar
4.    Menggantung botol cairan pada standard infuse
5.    Mengisi tabung reservoir infussesuai tanda
6.    Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam slang
7.    Mengatur posisi pasien dan pilih vena
8.    Memasang perlak dan alasnya
9.    Membebaskan daerah yang akan di insersi
10.    Meletakkan torniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
11.    Memakai hand schoen
12.    Membersuhkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari dalam keluar)
13.    Mempertahankan vena pada posisi stabil
14.    Memegang IV cateter dengan sudut 300
15.    Menusuk vena dengan lobangjarum menghadap keatas
16.    Memastikan IV cateter masikintra vena kemudian menarik Mandrin + 0,5 cm
17.    Memasukkan IV cateter secara perlahan
18.    Menarik mandrin dan menyambungkan dengan selang infuse
19.    Melepaskan toniquet
20.    Mengalirkan cairan infuse
21.    Melakukan fiksasi IV cateter
22.    Memberi desinfeksi daerah tusukan dan menutup dengan kassa
23.    Mengatur tetesan sesuai program

d.    Tahap Terminasi
1.    Melakukan evaluasi tindakan
2.    Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3.    Berpamitan dengan klien
4.    Membereskan alat-alat
5.    Mencuci tangan
6.    Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

Continue Reading
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DEAS FUNKY™ - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger